Unik dan Inspiratif, Puskesmas Rancakalong Terapkan Denda Telur untuk Tingkatkan Disiplin Kerja dan Cegah Anemia Remaja
•Admin KIM Rancakalong
Rancakalong – Dalam upaya membangun budaya kerja yang disiplin sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, Puskesmas Rancakalong menerapkan kebijakan unik berupa denda satu butir telur bagi pegawai yang terlambat masuk kerja maupun tidak mengenakan pakaian dinas sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut merupakan inisiatif Kepala Puskesmas Rancakalong, Hj. Ida Warlinda, S.Kep., Ners., sebagai bentuk pembiasaan disiplin kerja di lingkungan puskesmas. Adapun jam kerja yang diberlakukan di Puskesmas Rancakalong adalah pukul 07.30 hingga 14.00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis, 07.30 hingga 11.00 WIB pada hari Jumat, dan 07.30 hingga 13.00 WIB pada hari Sabtu. Yang menarik, aturan ini diterapkan dengan tegas. Pegawai yang terlambat, bahkan hanya satu detik, diwajibkan membayar denda berupa satu butir telur. Selain itu, denda yang sama juga diberlakukan bagi pegawai yang menggunakan pakaian dinas tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Puskesmas mengenai pakaian dinas harian. Namun, denda tersebut bukan untuk kepentingan internal semata. Telur yang terkumpul akan disalurkan kepada remaja yang mengalami anemia di seluruh wilayah kerja Puskesmas Rancakalong sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat. Menurut Hj. Ida Warlinda, kebijakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kedisiplinan pegawai, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kedisiplinan merupakan salah satu kunci keberhasilan pelayanan kesehatan. Melalui kebijakan ini, kami ingin membangun budaya kerja yang tertib, bertanggung jawab, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi remaja yang membutuhkan asupan gizi tambahan untuk mencegah dan mengatasi anemia," ungkapnya. Program tersebut mendapat respons positif dari para pegawai karena dinilai mampu menciptakan suasana kerja yang lebih disiplin sekaligus menghadirkan nilai kemanusiaan. Dengan konsep sederhana namun bermanfaat, setiap pelanggaran justru dapat menjadi sarana berbagi dan membantu meningkatkan kesehatan remaja di wilayah Kecamatan Rancakalong. Melalui kebijakan ini, Puskesmas Rancakalong berharap disiplin kerja dapat semakin meningkat, pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, serta upaya pencegahan anemia pada remaja dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(Ganda Muhtar)