Puskesmas Rancakalong Perkuat Perang Melawan TBC: Target Skrining, Harapan Kesembuhan, dan Semangat Desa Siaga

Admin KIM Rancakalong
Puskesmas Rancakalong Perkuat Perang Melawan TBC: Target Skrining, Harapan Kesembuhan, dan Semangat Desa Siaga

Di tengah upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Puskesmas Rancakalong terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyakit Tuberkulosis (TBC). Di bawah kepemimpinan Hj. Ida, S.Kep., Ners, berbagai langkah strategis terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini dan pengobatan penyakit menular tersebut.

Pada tahun 2025, Puskesmas Rancakalong menargetkan skrining TBC terhadap 766 orang masyarakat. Namun hingga akhir tahun, jumlah masyarakat yang berhasil menjalani skrining tercatat 635 orang. Artinya masih terdapat kekurangan 131 orang, sehingga capaian skrining TBC berada di angka 82,9 persen dari target yang telah ditetapkan.

Meski target skrining belum sepenuhnya tercapai, upaya penanganan pasien TBC tetap berjalan dengan maksimal. Memasuki tahun 2026, Puskesmas Rancakalong menargetkan skrining TBC terhadap 645 orang. Saat ini tercatat 119 orang pasien yang sedang dan telah menjalani pengobatan TBC. Dari jumlah tersebut, 95 orang telah dinyatakan sembuh, sementara 34 orang lainnya masih dalam proses pengobatan. Di antara pasien tersebut terdapat pula 10 orang anak-anak, yang menunjukkan bahwa TBC masih menjadi ancaman nyata bagi seluruh lapisan usia.

Tidak hanya fokus pada pengobatan pasien yang telah terdiagnosis positif, baik TBC bakteriologis maupun TBC klinis, Puskesmas Rancakalong juga menjalankan program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Program ini diberikan kepada masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC, seperti anggota keluarga yang tinggal serumah. Hingga saat ini tercatat 44 orang telah menerima terapi pencegahan tersebut, sebagai langkah untuk memutus rantai penularan penyakit.

Belajar dari capaian tahun sebelumnya, Puskesmas Rancakalong kini mendorong setiap desa di wilayah kerjanya untuk membentuk Desa Siaga TBC. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar secara sukarela mengikuti skrining TBC. Dengan deteksi dini yang lebih luas, pasien yang teridentifikasi positif dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga angka kesembuhan dapat semakin meningkat.

Menariknya, desa yang memiliki angka penemuan kasus tinggi justru tidak perlu merasa khawatir. Hal tersebut justru menjadi indikator bahwa program TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) berjalan dengan baik. Semakin banyak kasus ditemukan, semakin besar peluang untuk memberikan pengobatan secara tuntas dan memutus rantai penularan.

Dengan kerja sama antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta kesadaran masyarakat, Puskesmas Rancakalong optimistis bahwa upaya pemberantasan TBC dapat membuahkan hasil nyata. Harapan besar pun disematkan: dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, wilayah kerja Puskesmas Rancakalong dapat benar-benar terbebas dari penyakit TBC.

Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi kunci utama menuju masa depan yang lebih sehat bagi seluruh warga Rancakalong.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...