Kunjungan Penuh Empati: Kapus Rancakalong untuk Bilal
Rancakalong – Wujud kepedulian dan pelayanan kesehatan yang humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran Puskesmas Rancakalong. Kepala Puskesmas Rancakalong, Hj. Ida, S.Kep., Ners, bersama tim tenaga kesehatan melakukan kunjungan langsung ke kediaman pasien atas nama Bilal di Dusun Cimacan RT 12 RW 03 Desa Pamekaran.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk monitoring sekaligus dukungan moril menjelang tindakan medis yang akan dijalani Bilal di Jakarta.
Persiapan Menuju Operasi
Menurut keterangan tim medis, Bilal dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada hari Sabtu, dan mulai menjalani rawat inap pada hari Minggu. Rencana operasi akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 23 pebruari 2026
Dalam kunjungan tersebut, Hj. Ida bersama tim memastikan kesiapan kondisi pasien sebelum keberangkatan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kondisi Bilal saat ini dalam keadaan sehat dan segar. Asupan makan dan minum terpantau baik, nutrisi masuk dengan optimal, serta secara umum dinyatakan siap untuk dilakukan tindakan medis.
“Kami ingin memastikan Bilal dalam kondisi stabil dan siap menjalani prosedur operasi. Alhamdulillah, secara umum kondisinya baik dan siap,” ungkap H. Ida di sela kunjungan.
Dukungan Moril dan Teknis
Selain pemeriksaan kesehatan, kunjungan ini juga menjadi momen penguatan mental bagi Bilal dan keluarga. Kehadiran Kapus beserta tim memberikan semangat tersendiri, terutama menjelang proses operasi yang tentu menjadi fase penting bagi pasien dan keluarga.
Bilal direncanakan berangkat ke Jakarta menggunakan mobil keluarga. Langkah ini dipilih agar perjalanan lebih nyaman dan keluarga dapat mendampingi secara penuh selama proses pengobatan berlangsung.
Rencana Pemulihan Pasca Operasi
Setelah tindakan operasi dilakukan, terdapat kemungkinan Bilal tidak langsung kembali ke kampung halaman. Demi keamanan dan pemantauan kondisi pascaoperasi, ia direncanakan akan menginap sementara di rumah singgah yang berlokasi dekat dengan rumah sakit.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kondisi yang memerlukan tindak lanjut medis secara cepat. Dengan jarak yang dekat ke rumah sakit, proses penanganan dapat dilakukan lebih mudah dan responsif.
“Kami mengimbau agar keluarga tetap memantau kondisi pascaoperasi dan mengikuti seluruh arahan medis. Bila ada keluhan sekecil apa pun, segera dikonsultasikan,” tambah salah satu anggota tim puskesmas.
Doa dan Harapan Bersama
Kunjungan ini menjadi simbol bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga tentang kehadiran, kepedulian, dan kebersamaan.
Masyarakat Dusun Cimacan pun turut mendoakan agar proses operasi berjalan lancar dan Bilal segera pulih seperti sediakala.
Semoga langkah kecil penuh kepedulian ini menjadi bagian dari ikhtiar besar menuju kesembuhan Bilal. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan doa masyarakat menjadi kekuatan utama dalam setiap proses penyembuhan.(Ganda Muhtar)