Tiga Pilar, Satu Irama Kekompakan Camat, Kapolsek, dan Danramil Rancakalong dalam Ekosistem Budaya Kasumedangan

Admin KIM Rancakalong
Tiga Pilar, Satu Irama  Kekompakan Camat, Kapolsek, dan Danramil Rancakalong dalam Ekosistem Budaya Kasumedangan

Di bawah langit Rancakalong yang bersahabat, Geotheater kembali menjadi saksi hidup denyut kebudayaan Kasumedangan. Bukan sekadar panggung seni, ruang ini menjelma menjadi simbol harmoni antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pada momentum Ekosistem Budaya Kasumedangan, tampak kekompakan tiga pilar wilayah: Camat Rancakalong Deni Nurdiani Sopandi, S.STP., M.Si, Kapolsek Rancakalong AKP Ahmad Sahidin, S.H, dan Danramil Rancakalong Kapten Inf. Rudhi Prasetijo.

Ketiganya hadir bukan hanya sebagai pejabat struktural, melainkan sebagai bagian utuh dari denyut kebudayaan lokal. Senyum, sapa, dan kebersamaan yang terjalin memperlihatkan bahwa membangun wilayah tidak selalu tentang meja rapat dan dokumen kebijakan, tetapi juga tentang hadir, menyatu, dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat.

Camat Deni Nurdiani Sopandi tampil dengan gaya kepemimpinan yang humanis. Dalam setiap interaksi, ia menegaskan bahwa kebudayaan adalah fondasi pembangunan sosial Rancakalong. “Budaya bukan sekadar warisan, tapi energi yang menyatukan,” menjadi semangat yang tercermin dari keterlibatannya menyaksikan setiap penampilan seni dan berdialog dengan para pelaku budaya.

Sementara itu, Kapolsek AKP Ahmad Sahidin memperlihatkan wajah Polri yang dekat dan bersahabat. Kehadirannya di tengah acara memberi rasa aman sekaligus pesan kuat bahwa keamanan dan kebudayaan dapat berjalan seiring. Ia tampak larut dalam suasana, menikmati alunan seni tradisi, seolah menegaskan bahwa menjaga kamtibmas juga berarti menjaga ruang-ruang budaya tetap hidup.

Tak kalah berkesan, Danramil Kapten Inf. Rudhi Prasetijo menghadirkan figur TNI yang membumi. Dengan sikap tegas namun hangat, ia menunjukkan dukungan penuh terhadap aktivitas budaya sebagai bagian dari ketahanan wilayah. Baginya, budaya adalah benteng halus yang memperkuat persatuan dan rasa cinta tanah air.

Kekompakan ketiganya menjadi pesan simbolik yang kuat: Rancakalong bergerak dengan satu irama. Pemerintah, Polri, dan TNI berdiri sejajar, saling menguatkan, demi menjaga harmoni sosial dan melestarikan jati diri Kasumedangan.

Ekosistem Budaya Kasumedangan pun tak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga panggung kolaborasi. Dari Rancakalong, sebuah pesan sederhana namun bermakna menggema: ketika pemimpin kompak, budaya tumbuh; ketika budaya hidup, masyarakat pun kuat.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...