Tarawangsa Cilik Cupuwangi, Menggema di Panggung Budaya Kasumedangan
Semarak peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448 terasa kian hidup saat gelaran Ekosistem Budaya kasumedangan menghadirkan penampilan istimewa dari generasi muda. Bertempat di Alun-Alun Sumedang, alunan sakral Tarawangsa mengalir dari tangan-tangan kecil siswa SDN Cupuwangi, Kecamatan Rancakalong.
Mengusung tajuk “Tarawangsa Cilik”, Dengan balutan busana adat yang sederhana namun sarat makna, para siswa tampil penuh percaya diri, membawakan harmoni nada khas Tarawangsa yang syahdu dan menyentuh.
Sejak awal pertunjukan, suasana alun-alun berubah menjadi lebih khidmat. Dentingan alat musik tradisional yang berpadu dengan gerak yang selaras menciptakan atmosfer yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk meresapi kekayaan budaya Sunda. Riuh tepuk tangan pun menggema saat penampilan usai, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para penampil cilik tersebut.
Para guru pembimbing menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam pertunjukan ini merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton budaya, tetapi juga pelaku dan penjaga warisan leluhur ujar Siska Sukawati S.pd selaku guru pembimbing,” .
Kehadiran Tarawangsa Cilik di panggung Ekosistem Budaya Kasumedangan menjadi simbol harapan bahwa seni tradisi tetap hidup di tengah arus modernisasi. Dari desa kecil di kecamatan Rancakalong, para siswa SDN Cupuwangi membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh kuat, bahkan sejak usia dini.
Penampilan ini bukan sekadar hiburan dalam perayaan, melainkan pesan kuat tentang pentingnya regenerasi pelaku seni tradisi. Di momentum Hari Jadi Sumedang ke-448, Tarawangsa Cilik tampil sebagai bukti bahwa masa depan budaya daerah berada di tangan generasi muda yang peduli dan bangga akan jati dirinya.(Ganda Muhtar)