SPENTIRA Bersinar: Jejak Kepemimpinan Elia Susilawati dalam Membangun Generasi Berkarakter
Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, sosok Elia Susilawati, S.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Rancakalong (SPENTIRA), tampil dengan semangat dan gagasan yang membumi. Dengan pendekatan sederhana namun penuh makna, ia menanamkan nilai-nilai pendidikan yang mudah diingat dan diterapkan oleh seluruh warga sekolah.
Mengusung visi yang selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional, Elia merumuskan visi sekolah dalam sebuah akronim yang kuat dan inspiratif: “BERSINAR.” Bukan sekadar slogan, BERSINAR menjadi napas dalam setiap aktivitas di SPENTIRA—Beriman, Berilmu, Sigap, Nasionalis, dan Ramah. Konsep ini dirancang agar mudah diingat oleh siswa, sekaligus menjadi pedoman dalam membentuk karakter generasi muda yang utuh.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang tidak bisa dilakukan secara instan. “Anak itu tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Harus melalui proses dan pembiasaan setiap hari,” ujarnya. Oleh karena itu, SPENTIRA menekankan program pembiasaan harian, terutama dalam meningkatkan literasi siswa melalui kegiatan membaca dan menulis, yang diharapkan dapat terus terbawa hingga ke lingkungan rumah.
Di bidang prestasi, SPENTIRA menunjukkan geliat yang membanggakan. Sekolah ini secara strategis memposisikan diri untuk unggul di bidang olahraga. Hasilnya pun nyata—siswa SPENTIRA berhasil meraih juara tingkat kabupaten dalam cabang olahraga loncat jauh. Tak berhenti di situ, semangat kompetisi terus berlanjut dengan keikutsertaan dalam ajang lomba futsal antar kecamatan, yang semakin mengasah potensi dan sportivitas siswa.
Namun di balik capaian tersebut, tantangan era digitalisasi tetap menjadi perhatian serius. Elia menyadari bahwa perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan dalam dunia pendidikan. Untuk itu, sekolah terus berupaya menyeimbangkan antara kemajuan digital dengan penguatan karakter, agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam bersikap.
Sebagai penutup, Elia Susilawati menyampaikan harapan yang tulus kepada berbagai pihak. Ia berharap para pemangku kebijakan dapat memberikan kemudahan dalam hal regulasi, khususnya terkait penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. “Ketika sekolah membutuhkan alat penunjang, kami berharap prosesnya bisa dipermudah demi kelangsungan pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya.
Tak lupa, ia juga mengajak para orang tua untuk turut berperan aktif dalam mendidik anak, terutama dalam pembentukan karakter. Baginya, keberhasilan pendidikan adalah hasil sinergi antara sekolah dan keluarga.
Dengan semangat BERSINAR, SPENTIRA terus melangkah pasti, mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi masa depan.(Ganda Muhtar)