SOLUSI LOKAL HADAPI MUSIM HUJAN Saluran Cigadog–Sawah Pondok Kembali Difungsikan di Desa Pangadegan
Upaya penanganan dampak musim hujan terus dilakukan Pemerintah Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pembukaan kembali saluran air Cigadog–Sawah Pondok yang sebelumnya telah lama tidak berfungsi.
Kini, saluran tersebut dialihfungsikan menjadi jalur pembuangan air hujan dari kawasan perumahan, sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi genangan dan banjir saat curah hujan meningkat. Dengan panjang pengerjaan mencapai sekitar 50 meter, proyek ini menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan sekitar.
Kepala Desa Pangadegan, Ruhyat Tafsirudin, menyampaikan bahwa revitalisasi saluran ini merupakan bagian dari langkah tanggap dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini.
“Ini merupakan salah satu upaya kami dalam mengurangi risiko genangan air saat musim hujan, khususnya di wilayah perumahan dan area persawahan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan saluran ini memanfaatkan material yang tersedia secara efisien, di antaranya 25 unit grafel, 5 bal semen, serta 2 dolak pasir pasang. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat, sehingga biaya dapat ditekan dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan.
Total anggaran yang digunakan sebesar Rp2.000.000, yang bersumber dari swadaya masyarakat serta bantuan keuangan desa melalui program tanggap siaga bencana. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam menghadapi permasalahan lingkungan.
Warga setempat menyambut baik langkah tersebut. Selain memperlancar aliran air, keberadaan saluran ini juga diharapkan mampu menjaga kestabilan lingkungan serta mengurangi risiko kerusakan infrastruktur akibat genangan.
Revitalisasi saluran Cigadog–Sawah Pondok menjadi bukti bahwa solusi efektif tidak selalu membutuhkan anggaran besar, melainkan komitmen, kepedulian, dan kerja sama yang kuat. Desa Pangadegan pun terus bergerak, membangun ketahanan dari hal-hal sederhana demi menghadapi tantangan alam yang kian dinamis.(Ganda Muhtar)