SIAGA BENCANA DI RANCAKALONG Puluhan Titik Longsor Terdeteksi, Sinergi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci Penanganan
Kecamatan Rancakalong kembali dihadapkan pada ancaman bencana alam akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan keterangan dari Didin Supriyadi, sejumlah titik longsor terdeteksi tersebar di berbagai wilayah dengan skala kerusakan ringan hingga sedang.
Didin menyebutkan, wilayah Pamekaran dan Pangadegan masing-masing mencatat enam titik longsor, disusul Rancakalong dengan jumlah yang sama. Sementara itu, Pasir Biru mengalami tiga titik longsor yang sebagian besar terjadi di area pemukiman warga. “Variasi longsor rata-rata berupa tebing yang runtuh dan menimpa rumah ataupun halaman warga,” jelasnya.
Tak hanya permukiman, infrastruktur jalan juga terdampak. Di wilayah Blok Legok Bitung, Desa Nagarawangi, tercatat dua titik longsor, sementara di Sukahayu Blok Citangkalak terdapat dua titik yang mengganggu akses jalan provinsi. Di Sukamaju Blok Cisoka, satu titik longsor menimpa badan jalan, serta satu titik lainnya terjadi di wilayah Cadasgantung. Selain itu, satu rumah di Nagarawangi juga terdampak dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang.
Menurut Didin, penyebab utama bencana ini adalah curah hujan yang tinggi disertai kondisi kontur tanah yang labil. “Belum termasuk kejadian skala kecil yang juga cukup banyak terjadi di lapangan,” tambahnya.
Berbagai bantuan telah mengalir dari sejumlah pihak, di antaranya Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Dukungan juga datang dari pihak kecamatan, donatur, hingga gotong royong masyarakat yang menjadi kekuatan utama dalam penanganan awal di lapangan.
Sinergi lintas sektor terlihat jelas, melibatkan pemerintah kabupaten, kecamatan, TNI, Polri, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. Upaya bersama ini menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan sekaligus meminimalisir dampak yang lebih luas.
Sementara itu, Camat Rancakalong, Deni Nurdani Supandi, S.STP., M.Si., terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama di wilayah dengan kontur tanah yang rawan.
“Warga diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah,” ujarnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, kesiapan semua pihak menjadi kunci dalam menghadapi bencana. Rancakalong pun kembali menunjukkan bahwa kekuatan solidaritas dan gotong royong masyarakat adalah fondasi utama dalam menghadapi setiap ujian alam.(Ganda Muhtar)