Sekolah Mandiri dari Halaman Sendiri Inovasi Ketahanan Pangan SDN Pasirbenteng 1
Di tengah keterbatasan anggaran, SDN Pasirbenteng 2 justru melahirkan langkah kreatif yang patut diapresiasi. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Komarsana, S.Pd., sekolah ini mengembangkan program ketahanan pangan berbasis lingkungan sekolah—tanpa bergantung pada Dana BOS.
Melalui budidaya sayuran pakcoy dengan sistem polibag, halaman sekolah disulap menjadi ruang produktif yang hijau dan edukatif. Tanaman-tanaman tersebut tumbuh rapi, dirawat bersama oleh warga sekolah, dan hasil panennya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sekolah.
Lebih dari sekadar upaya memenuhi kebutuhan pangan, program ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi para siswa. Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada teknik dasar bercocok tanam, tetapi juga dilatih untuk mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai proses. Dari menanam, merawat, hingga memanen, semua menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menyatu dengan aktivitas sehari-hari.
Komarsana menegaskan bahwa sekolah tidak harus selalu bergantung pada bantuan dana untuk bisa berkembang. “Yang terpenting adalah kemauan untuk berinovasi dan memanfaatkan potensi yang ada,” ujarnya.
Langkah SDN Pasirbenteng 1 ini menjadi contoh bahwa sekolah bisa menjadi ruang belajar yang produktif sekaligus inspiratif. Dari polibag sederhana, tumbuh harapan besar: mencetak generasi yang mandiri, peduli lingkungan, dan siap menghadapi masa depan.(Ganda Muhtar)