Rancakalong Bergerak: Sinergi Menuju Eliminasi TBC dan Kepedulian ODGJ
Komitmen Daerah Dukung Target Nasional 2030–2050
Rancakalong – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumedang. Sejalan dengan program nasional eliminasi Tuberkulosis tahun 2030 dan Indonesia bebas Tuberkulosis tahun 2050, berbagai langkah strategis kini mulai diperkuat hingga tingkat kecamatan dan desa.
Kepala Puskesmas Rancakalong, HJ. Ida S.Kep., Ners., menegaskan bahwa pencapaian target tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta peran aktif masyarakat.
“Untuk mendukung target nasional eliminasi TBC, di Kecamatan Rancakalong ke depan harus dibentuk Desa Siaga TB. Ini membutuhkan koordinasi seluruh elemen yang ada di kecamatan,” ujarnya.
Desa Siaga TB: Pemberdayaan dari Akar Rumput
Pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis menjadi salah satu strategi penting dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan ini, warga tidak hanya menjadi objek layanan kesehatan, tetapi juga subjek yang aktif dalam pencegahan dan pengawasan pengobatan.
Program ini bertujuan:
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala dan bahaya TBC
Mendorong deteksi dini dan kepatuhan berobat
Mengurangi stigma terhadap penderita
Memperkuat pelaporan dan pendampingan berbasis komunitas
Langkah ini dinilai penting karena TBC bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Penyakit ini berdampak pada produktivitas, kesejahteraan keluarga, dan pembangunan daerah.
Tantangan ODGJ: Data dan Realita Lapangan
Selain TBC, isu kesehatan jiwa juga menjadi perhatian. Berdasarkan target sasaran, sekitar 0,14 persen penduduk termasuk kategori ODGJ berat. Namun di lapangan, angka tersebut berpotensi melebihi estimasi.
Menurut HJ. Ida, fenomena ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya pada kasus berat, tetapi juga pada gangguan psikologis ringan yang sering kali tidak terdeteksi.
“Diharapkan dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, orang dengan gangguan psikologis yang masih ringan bisa terdeteksi lebih dini sehingga dapat dilakukan asesmen sedini mungkin,” jelasnya.
Deteksi Dini dan Penguatan Layanan
Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas jangkauan layanan. Dengan deteksi dini:
Gangguan psikologis ringan dapat segera ditangani
Risiko berkembang menjadi gangguan berat dapat ditekan
Keluarga mendapat edukasi dan pendampingan yang tepat
Pendekatan ini juga diharapkan mampu mengurangi stigma sosial terhadap ODGJ, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat.
Sinergi untuk Kesehatan Bersama
Program penanggulangan TBC dan ODGJ di Rancakalong menjadi bagian dari komitmen besar Kabupaten Sumedang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sinergi lintas sektor—pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, hingga keluarga—menjadi kunci utama keberhasilan.
Eliminasi TBC dan penanganan ODGJ bukan sekadar target angka, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang. Dari desa-desa di Rancakalong, harapan menuju Sumedang yang sehat, produktif, dan berdaya pun terus digelorakan.(Ganda Muhtar)