Puskesmas Rancakalong Perkuat Koordinasi SPPG, Tingkatkan Mutu Layanan Makan Bergizi Gratis
RANCAKALONG – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Puskesmas Rancakalong menggelar kegiatan pembinaan bersama para Pengawas Gizi/Nutrisionis SPPG se-Kecamatan Rancakalong. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran.
Dalam pembinaan tersebut, para peserta menyepakati sejumlah poin penting yang akan menjadi pedoman pelaksanaan SPPG ke depan.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah informasi bahwa pada tahun mendatang akan dilaksanakan kegiatan monitoring, evaluasi, serta penilaian terhadap grade dapur SPPG sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan.
Selain itu, disepakati pula bahwa setiap SPPG wajib memiliki siklus menu dan master menu selama enam hari dalam satu siklus agar penyajian makanan lebih bervariasi dan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Terkait penambahan sasaran penerima manfaat, forum menyepakati bahwa apabila terdapat penambahan sasaran pada periode berjalan, maka pelayanan baru akan diberlakukan pada minggu berikutnya. Kebijakan tersebut mempertimbangkan waktu pemesanan bahan pangan, ketersediaan bahan makanan, serta perhitungan kebutuhan yang telah direncanakan sebelumnya.
Adapun sasaran penerima manfaat program meliputi ibu hamil, ibu menyusui yang memiliki balita usia 0–24 bulan, serta balita usia 2–5 tahun.
Dalam penyusunan menu, sumber karbohidrat yang diberikan terdiri atas nasi, kentang, dan roti, dengan harapan dapat meningkatkan tingkat penerimaan makanan oleh para penerima manfaat. Porsi makanan juga dihitung berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebesar 30–35 persen dari kebutuhan harian.
Untuk alokasi biaya bahan makanan, disepakati sebesar Rp10.000 per porsi bagi ibu hamil dan Rp8.000 per porsi bagi balita.
Pembinaan juga membahas pelaksanaan Sanitasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di SPPG Sukamaju dan Pamekaran yang akan dimulai setelah operasional SPPG berjalan. Penilaian SLHS meliputi aspek air bersih, higiene lingkungan, air minum, makanan, hingga kelayakan peralatan yang digunakan.
Dalam rangka evaluasi tingkat penerimaan makanan, setiap SPPG juga diimbau untuk mengumpulkan sisa makanan di dalam ompreng sehingga dapat diketahui jenis makanan yang paling banyak atau paling sedikit dikonsumsi. Sementara itu, sisa makanan basah di setiap SPPG telah dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesepakatan lainnya adalah pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat harus dilaksanakan maksimal sebelum pukul 12.00 WIB, sehingga kualitas makanan tetap terjaga dan dapat dikonsumsi dalam kondisi terbaik.
Melalui pembinaan ini, Puskesmas Rancakalong berharap seluruh penyelenggara SPPG di Kecamatan Rancakalong semakin memahami standar operasional pelayanan gizi, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah Kecamatan Rancakalong.