Puskesmas Rancakalong Laporkan Kondisi Balita Bermasalah Gizi, Underweight Menjadi Fokus Pencegahan Stunting

Admin KIM Rancakalong
Puskesmas Rancakalong Laporkan Kondisi Balita Bermasalah Gizi, Underweight Menjadi Fokus Pencegahan Stunting

Rancakalong – Puskesmas Rancakalong melaporkan hasil pemantauan status gizi balita di wilayah Kecamatan Rancakalong berdasarkan data bulan April 2026. Dari total sasaran 2.554 balita, sebanyak 2.546 balita telah berhasil ditimbang dan dipantau kondisi gizinya.
Berdasarkan laporan tersebut, tercatat terdapat 66 balita wasting (kurus) atau sebesar 2,59 persen, 78 balita overweight (kelebihan berat badan) atau sebesar 3,06 persen, serta 223 balita underweight (berat badan kurang) atau sebesar 8,76 persen.
Kepala Puskesmas Rancakalong, Ida Warlinda, S.Kep., Ners, menyampaikan bahwa kondisi balita dengan status underweight menjadi perhatian serius karena berpotensi menjadi faktor risiko terjadinya stunting apabila tidak segera ditangani melalui intervensi yang tepat.
“Balita dengan berat badan kurang atau underweight menjadi fokus utama kami dalam upaya pencegahan stunting. Apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak di masa mendatang. Oleh karena itu, kami terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada keluarga balita yang berisiko,” ungkap Ida Warlinda.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah balita underweight tertinggi terdapat di Desa Pasirbiru sebanyak 35 balita, disusul Nagarawangi sebanyak 27 balita, Pangadegan 25 balita, Sukahayu dan Sukasirnarasa masing-masing 22 balita, serta Pamekaran 21 balita. Sementara desa lainnya juga menjadi sasaran pemantauan dan intervensi secara berkelanjutan.
Puskesmas Rancakalong bersama pemerintah desa, kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta lintas sektor terkait terus memperkuat berbagai program pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi keluarga, pemberian makanan tambahan, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pembinaan pola asuh yang sehat.
Menurut Ida Warlinda, keberhasilan penurunan angka stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Kami mengajak seluruh orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu, memperhatikan asupan gizi yang seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia agar pertumbuhan anak dapat dipantau secara optimal,” tambahnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Puskesmas Rancakalong berharap angka balita bermasalah gizi, khususnya underweight, dapat terus ditekan sehingga target percepatan penurunan stunting di Kecamatan Rancakalong dapat tercapai dengan baik.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...