POLICY BRIEF RANCAKALONG BERSINAR

Admin KIM Rancakalong
POLICY BRIEF  RANCAKALONG BERSINAR

Bersama Sinergi Ngarumat Adat dan Tradisi

Oleh : Dr.Dian Sukmara M.Pd

Rancakalong bukan sekadar hamparan sawah yang hijau atau lantunan seni tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Wilayah ini menyimpan kekuatan besar: pertanian yang menghidupi ribuan keluarga, adat dan tradisi yang terawat lintas generasi, serta potensi pariwisata berbasis alam dan budaya yang belum sepenuhnya tergarap. Namun hingga hari ini, potensi-potensi tersebut masih berjalan sendiri-sendiri, belum terjalin dalam satu sistem pembangunan ekonomi yang terintegrasi dan berkeadilan.

Inilah latar lahirnya Policy Brief Rancakalong BERSINAR — Bersama Sinergi Ngarumat Adat dan Tradisi. Sebuah gagasan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama, menghubungkan sektor pertanian dengan pariwisata berbasis budaya, serta mendorong terciptanya nilai tambah lokal yang berkelanjutan.

Ringkasan Eksekutif

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Rancakalong. Namun, keterbatasan akses pasar, rendahnya nilai tambah produk, serta minimnya integrasi dengan sektor lain membuat manfaat ekonomi belum merata dirasakan masyarakat. Di sisi lain, kearifan lokal dan praktik adat dalam bertani belum sepenuhnya masuk dalam kerangka kebijakan pembangunan. Potensi wisata alam dan budaya pun masih bersifat parsial dan belum dikelola secara terpadu.

BERSINAR menawarkan pendekatan pembangunan ekonomi berbasis partisipasi masyarakat melalui pengembangan sistem pertanian terpadu dan pariwisata berbasis adat dan tradisi. Pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat pemerataan pendapatan, meningkatkan kesejahteraan kolektif, sekaligus menjaga identitas budaya dan kelestarian alam.

Latar Belakang

Kehidupan masyarakat Rancakalong sangat erat dengan aktivitas bertani. Namun nilai ekonomi yang dihasilkan sering berhenti pada tahap produksi primer. Produk pertanian belum banyak diolah menjadi komoditas bernilai tambah. Sementara itu, praktik adat bertani yang kaya makna ekologis dan sosial belum sepenuhnya menjadi pijakan dalam perencanaan pembangunan.

Potensi wisata budaya, ritual adat, lanskap sawah, serta aktivitas pertanian tradisional sebenarnya memiliki daya tarik kuat. Sayangnya, pengelolaannya belum terintegrasi, sehingga dampak ekonominya masih terbatas dan belum merata antara pelaku utama dan masyarakat pendukung.

Tujuan Kebijakan

BERSINAR bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang adil dan inklusif melalui penguatan sistem pertanian terpadu berbasis kearifan lokal, integrasi pertanian dengan pariwisata budaya dan alam, serta perluasan partisipasi masyarakat dalam seluruh rantai nilai ekonomi desa. Tujuan akhirnya adalah terciptanya kesejahteraan bersama yang berkelanjutan.

Prinsip Dasar BERSINAR

Kebijakan ini berpijak pada lima prinsip utama. Pertama, partisipatif, di mana petani dan masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan. Kedua, sinergis, dengan menghubungkan sektor pertanian, pariwisata, adat, dan pemerintahan. Ketiga, berbasis adat dan tradisi, menjadikan nilai lokal sebagai etika dan praktik ekonomi. Keempat, berkeadilan dan inklusif, memastikan pemerataan akses, peran, dan manfaat. Kelima, berkelanjutan, menjaga keseimbangan alam, budaya, dan ekonomi.

Arah Kebijakan Strategis

Pengembangan dimulai dari sistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil berbasis potensi lokal. Praktik pertanian ramah lingkungan dan nilai adat bertani diperkuat melalui pendampingan dan teknologi tepat guna.

Selanjutnya, dilakukan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui pengembangan UMKM, koperasi tani, serta produk olahan lokal yang mampu menembus pasar lebih luas.

Pada sektor pariwisata, BERSINAR mendorong agro-ekowisata berbasis pertanian dan budaya, dengan menjadikan sawah, ladang, ritual adat, seni tradisi, kuliner lokal, serta aktivitas bertani sebagai daya tarik wisata terpadu.

Penguatan tata kelola partisipatif dan kelembagaan lokal dilakukan melalui pelibatan tokoh adat, kelompok tani, komunitas wisata, serta penguatan peran BUMDes dan BUMDesma sebagai pengelola ekonomi terpadu desa.

Prinsip pemerataan manfaat diwujudkan melalui skema usaha bersama, sistem bagi hasil yang adil, serta penciptaan lapangan kerja lokal bagi pemuda dan perempuan.

Rekomendasi Kebijakan

Untuk mempercepat implementasi, BERSINAR perlu ditetapkan sebagai arah kebijakan pembangunan ekonomi Rancakalong dan diintegrasikan ke dalam RPJMDes serta RKPDes. Pemerintah desa diharapkan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan agro-ekowisata berbasis komunitas, memperkuat BUMDes dan koperasi sebagai simpul ekonomi rakyat, serta membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan sektor pendukung.

Dampak yang Diharapkan

Implementasi BERSINAR diharapkan meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih merata, menjaga kelestarian adat, tradisi, dan lingkungan hidup, serta memperkuat kesejahteraan bersama berbasis semangat gotong royong.

Penutup

Melalui BERSINAR, Rancakalong diarahkan menjadi wilayah yang mampu menumbuhkan ekonomi tanpa kehilangan jati diri. Integrasi pertanian terpadu dan pariwisata berbasis adat dan tradisi menjadi jalan strategis menuju pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...

POLICY BRIEF RANCAKALONG BERSINAR | KIM Rancakalong