Pembelajaran Membatik di SDN Cisugan sebagai Upaya Penguatan Seni Rupa
Cisugan – SDN Cisugan melaksanakan kegiatan pembelajaran seni rupa melalui praktik membatik sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan kreativitas dan keterampilan peserta didik dalam bidang seni budaya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran muatan lokal yang dirancang untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya seni batik, kepada siswa sejak dini. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diberikan teori mengenai sejarah dan teknik membatik, tetapi juga langsung melakukan praktik pembuatan motif sederhana hingga proses pewarnaan.
Kepala SDN Cisugan, Ika Noprianti, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan membatik ini merupakan bentuk pembelajaran yang menekankan pada pengalaman langsung siswa dalam berkarya seni rupa.
“Melalui kegiatan membatik, siswa belajar tentang kesabaran, ketelitian, serta kreativitas dalam menghasilkan karya. Ini juga menjadi cara untuk melestarikan budaya bangsa sejak usia sekolah dasar,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahap kegiatan, mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga memberi warna pada kain. Guru seni rupa berperan sebagai pendamping yang membimbing siswa agar memahami setiap langkah dengan baik.
Pembelajaran membatik di SDN Cisugan diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan bakat seni siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya lokal dan karakter positif seperti disiplin, kerja keras, dan apresiasi terhadap karya seni.
Dengan adanya kegiatan ini, sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis praktik yang kreatif dan menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya memahami seni rupa secara teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata.(Ganda Muhtar)