Pelaksanaan pembuatan bubur asyuro (Beureum)
Bubur Bodas dan Bubur Beureum Asyuro, Tradisi Penuh Makna di 10 Muharam
Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah, masyarakat Kecamatan Rancakalong kembali melaksanakan tradisi pembuatan Bubur Bodas dan Bubur Beureum Asyuro. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih lestari hingga saat ini.
Pembuatan kedua jenis bubur dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Sejak pagi hari, warga bersama-sama menyiapkan bahan, memasak, hingga membagikan bubur kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT serta mempererat tali silaturahmi.
Bubur Bodas yang berwarna putih melambangkan kesucian hati, keikhlasan, dan harapan akan keselamatan. Sementara Bubur Beureum dengan warna merah melambangkan semangat, keberanian, dan rasa syukur atas nikmat kehidupan. Penyajian keduanya secara berdampingan menjadi simbol keseimbangan, keharmonisan, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui tradisi Bubur Bodas dan Bubur Beureum Asyuro, masyarakat Rancakalong tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius, gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan kepada generasi penerus. Diharapkan tradisi ini terus terjaga sebagai identitas budaya yang memperkuat persatuan masyarakat sekaligus memperkaya khazanah budaya lokal.