Pangadegan Caang: 70 Tiang Listrik Terangi Lima Titik Perluasan
Desa Pangadegan kini terasa lebih terang, bukan hanya karena mentari yang bersinar, tetapi juga karena harapan baru yang mulai menyala. Sebanyak 70 tiang listrik telah dipasang di lima titik wilayah perluasan Desa Pangadegan, sebuah langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program pemasangan tiang listrik ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang menyasar daerah-daerah berkembang. Kepala Desa Pangadegan, Ruhiyat Tafsirudin, menegaskan bahwa program ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan desa.
“Ini merupakan program dari pusat, demi Pangadegan caang,” ujarnya penuh optimisme.
Lima Titik, Satu Harapan
Pemasangan dilakukan di lima wilayah strategis, yakni:
Paniisan Cadasgantung
Pakuwangi
Ciloa
Cisugan Girang
Bojong
Kelima titik tersebut sebelumnya menjadi kawasan yang membutuhkan perluasan jaringan listrik untuk menunjang aktivitas masyarakat, baik dalam sektor rumah tangga, pendidikan, maupun perekonomian.
Dengan total 70 tiang listrik yang berdiri kokoh, jaringan distribusi kini menjangkau wilayah yang sebelumnya terbatas akses penerangannya. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil, meningkatkan kenyamanan belajar anak-anak di malam hari, serta memperkuat aktivitas sosial masyarakat.
Listrik untuk Masa Depan
Lebih dari sekadar pemasangan tiang, program ini membawa makna strategis bagi pembangunan desa. Listrik menjadi fondasi bagi transformasi digital, akses informasi, dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Kepala desa menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur harus terus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap sudut Pangadegan merasakan manfaat pembangunan. Terang bukan hanya secara fisik, tapi juga terang dalam peluang dan kesejahteraan,” tambahnya.
Kini, ketika malam tiba, cahaya lampu yang menyala di Paniisan Cadasgantung, Pakuwangi, Ciloa, Cisugan Girang, dan Bojong menjadi simbol perubahan. Pangadegan bergerak menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan tentu saja—lebih caang.(Ganda Muhtar)