“Ngayunrarame”, Pesan Harmoni dari SDN Cikeusik di Panggung FLS3N Rancakalong

Admin KIM Rancakalong
“Ngayunrarame”, Pesan Harmoni dari SDN Cikeusik di Panggung FLS3N Rancakalong

Gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Rancakalong di SDN Citungku menjadi panggung lahirnya karya-karya kreatif penuh makna. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari SDN Cikeusik melalui persembahan tari bertajuk “Ngayunrarame”, sebuah garapan yang sarat nilai kebersamaan dan harmoni dalam keberagaman.

Tarian ini mengusung konsep unik dari gabungan dua kata, yakni “Ngayun” yang berarti berayun dan “Rarame” yang bermakna kebersamaan. Keduanya menyatu menjadi simbol kuat tentang bagaimana kebersamaan dapat tumbuh dan terjalin melalui kesederhanaan gerak dan rasa.

Dalam alur ceritanya, Ngayunrarame menggambarkan kehidupan anak-anak dari latar belakang yang berbeda. Mereka hadir dengan identitas masing-masing—berbeda suku, bahasa, dan kebiasaan—yang sempat menjadi sekat dalam interaksi. Namun, sebuah ayunan tua di bawah rindangnya pohon menjadi titik temu yang mengubah segalanya.

Gerakan ayunan yang naik dan turun divisualisasikan dengan apik dalam koreografi yang mengalun lembut. Dari gerak sederhana itu, perlahan tercipta keselarasan rasa. Tawa mulai pecah, keakraban tumbuh, dan keberanian untuk saling menerima pun muncul. Perbedaan yang semula menjadi batas, bertransformasi menjadi warna indah yang memperkaya kebersamaan—seperti pelangi dalam satu langit.

Penampilan siswa-siswi SDN Cikeusik ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyentuh secara emosional. Setiap gerakan yang ditampilkan terasa hidup dan penuh makna, mencerminkan pesan kuat bahwa dalam kesederhanaan tersimpan nilai persatuan, keseimbangan, dan harmoni.

Melalui Ngayunrarame, ayunan tidak sekadar menjadi properti tari, melainkan simbol yang mengikat perbedaan dalam satu gerak, satu rasa, dan satu kebersamaan. Pesan inilah yang menjadikan penampilan SDN Cikeusik begitu berkesan di hati penonton.

FLS3N Rancakalong pun kembali membuktikan diri sebagai ruang ekspresi yang tidak hanya menampilkan bakat, tetapi juga menyuarakan nilai-nilai kehidupan melalui seni. Dan lewat Ngayunrarame, SDN Cikeusik berhasil menyampaikan bahwa keberagaman bukan untuk dipisahkan, melainkan dirayakan dalam harmoni.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...