Nafira Batik Kasumedangan: Menjaga Warisan, Meneguhkan Eksistensi Kreatif Lokal
Di sebuah sudut tenang Dusun Neglasari RT 05 RW 04, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, denyut kreativitas terus berdenyut tanpa henti. Dari tangan-tangan terampil para perajin, lahirlah karya-karya batik yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna budaya. Di sanalah Nafira Batik Kasumedangan meneguhkan eksistensinya sebagai salah satu pelaku UMKM kreatif yang konsisten mengangkat identitas lokal Sumedang.
Berdiri sejak tahun 2010, Nafira Batik Kasumedangan tumbuh menjadi simbol kecintaan terhadap warisan budaya daerah. Dengan mengusung ciri khas Sumedang, setiap lembar kain batik yang dihasilkan tidak sekadar menjadi produk sandang, melainkan juga media cerita tentang sejarah, filosofi, dan kearifan lokal masyarakat Kasumedangan.
Hingga kini, Nafira Batik Kasumedangan telah menciptakan tidak kurang dari 60 motif batik. Sebuah capaian yang mencerminkan ketekunan, inovasi, serta keberanian untuk terus bereksplorasi tanpa meninggalkan akar budaya. Menariknya, delapan motif unggulan telah resmi dipatenkan melalui Peraturan Bupati (Perbup), sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual daerah.
Delapan motif khas Kasumedangan tersebut di antaranya Lingga yang melambangkan kekuatan dan keteguhan, Mahkota Binokasih sebagai simbol kejayaan dan kebesaran Sumedang Larang, Kembang Wijaya Kusuma yang merepresentasikan keharuman nama dan kemuliaan, Hanjuang sebagai lambang keberanian dan perlindungan, Manuk Julang yang mencerminkan kebebasan dan kejernihan pandangan, Bunga Teratai sebagai simbol kesucian dan ketulusan, serta motif-motif lainnya yang tak kalah sarat filosofi.
Eksistensi Nafira Batik Kasumedangan tidak hanya terlihat dari keberagaman motif, tetapi juga dari konsistensinya dalam menjaga kualitas, memperluas pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman. Batik hasil karya UMKM lokal ini kini tak hanya dikenakan pada acara formal dan adat, tetapi juga mulai merambah gaya busana modern, sehingga mampu menarik minat generasi muda.
Lebih dari sekadar usaha ekonomi, Nafira Batik Kasumedangan turut berperan sebagai penjaga identitas budaya. Keberadaannya menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat tumbuh seiring kreativitas, serta menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat desa. Dari Rancakalong, Nafira Batik Kasumedangan terus melangkah, membawa nama Sumedang ke panggung yang lebih luas, sembari merawat akar budaya yang menjadi jati dirinya.GM