Merekam Rasa, Merawat Cerita: Human Interest Photography di Geotheater Rancakalong

Admin KIM Rancakalong
Merekam Rasa, Merawat Cerita: Human Interest Photography di Geotheater Rancakalong

Di balik sejuknya udara Rancakalong dan bentang alam yang sarat nilai budaya, Geotheater Rancakalong menjadi saksi pertemuan para pencinta fotografi yang datang bukan sekadar untuk membidik gambar, tetapi untuk merekam rasa dan merawat cerita. Kegiatan Photography Human Interest ini diinisiasi oleh Insta Nusantara bersama Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Rancakalong, menghadirkan peserta dari berbagai wilayah seperti Cirebon, Sumedang, dan Bandung.

Berbeda dengan fotografi yang mengejar estetika semata, fotografi human interest menempatkan manusia sebagai pusat cerita. Ekspresi wajah, gestur sederhana, hingga aktivitas keseharian masyarakat menjadi bahasa visual yang jujur dan penuh makna. Di Geotheater Rancakalong, para fotografer diajak menyelami kehidupan lokal—menyapa warga, menyimak cerita, lalu menerjemahkannya ke dalam bingkai foto yang berbicara.

Kegiatan ini bukan hanya ajang berburu gambar, tetapi juga ruang silaturahmi dan pertukaran perspektif antar komunitas. Peserta dari Cirebon, Sumedang, dan Bandung membawa latar belakang serta sudut pandang berbeda, yang justru memperkaya narasi visual tentang Rancakalong. Diskusi hangat, berbagi pengalaman, hingga proses kurasi foto menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara.

Menurut panitia, kolaborasi Insta Nusantara dan KIM Rancakalong bertujuan untuk mengangkat potensi lokal melalui medium fotografi, sekaligus memperkuat peran komunitas dalam menyebarkan informasi yang bernilai dan membangun. Geotheater Rancakalong dipilih karena menjadi simbol pertemuan antara alam, budaya, dan edukasi—ruang yang tepat untuk merayakan kisah manusia.

Lewat lensa-lensa yang bekerja dengan empati, kegiatan ini meninggalkan jejak lebih dari sekadar arsip visual. Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap sudut desa, setiap senyum dan kerut wajah, tersimpan cerita yang layak didengar dan dibagikan. Dari Rancakalong, para fotografer pulang membawa bukan hanya foto, tetapi pengalaman batin tentang kemanusiaan—itulah esensi sejati dari human interest photography. (Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...