Merawat Warisan, Menyulam Masa Depan: Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol. 19 di Geotheater Rancakalong
Rancakalong kembali menjadi panggung kebudayaan yang hangat dan penuh makna. Dalam balutan suasana alam yang asri, Geotheater Rancakalong menjadi saksi digelarnya Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol. 19, sebuah perhelatan yang tidak sekadar menampilkan seni, tetapi juga merawat identitas dan jati diri masyarakat Sumedang.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang turut memberikan apresiasi atas konsistensi para pegiat budaya dalam menjaga warisan leluhur. Hadir pula unsur pemerintahan seperti Asisten Daerah (Asda), Camat Rancakalong, jajaran Forkopimcam, PGRI, serta para tokoh masyarakat yang selama ini menjadi pilar dalam pelestarian budaya lokal.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun masa depan. “Budaya adalah ruh dari pembangunan. Tanpa budaya, pembangunan akan kehilangan arah dan makna,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol. 19 menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional khas Sumedang. Mulai dari tari-tarian tradisional yang sarat filosofi, hingga penampilan seni tutur yang mengangkat kisah-kisah lokal penuh nilai kearifan. Seluruh rangkaian acara mengalir harmonis, menyatu dengan nuansa alam Rancakalong yang menenangkan.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi dan kolaborasi lintas generasi. Para pelajar yang tergabung dalam PGRI tampak antusias mengikuti setiap sesi, menandakan bahwa estafet budaya terus berjalan dengan baik. Kehadiran tokoh masyarakat pun memperkuat nilai-nilai lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Camat Rancakalong dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang mampu mengangkat potensi daerah, baik dari sisi budaya maupun pariwisata. Hal senada disampaikan oleh unsur Forkopimcam yang melihat kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan terselenggaranya Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol. 19, Rancakalong kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu pusat pelestarian budaya di Kabupaten Sumedang. Di tengah derasnya perubahan zaman, semangat menjaga tradisi tetap menyala—menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat bahwa budaya adalah identitas yang harus terus dirawat, dijaga, dan diwariskan. Dari Rancakalong, untuk Sumedang, dan untuk Indonesia.(Ganda Muhtar)