Menjaga Asa Sepak Bola Usia Dini di Rancakalong

Admin KIM Rancakalong
Menjaga Asa Sepak Bola Usia Dini di Rancakalong

SSB RANC FC dan Perjuangan Membangun Karakter Generasi Muda

Di tengah pesona alam Kecamatan Rancakalong, denyut semangat olahraga masih berdenyut lewat keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Lebih dari sekadar tempat berlatih menggiring bola dan mencetak gol, SSB menjadi ruang pembinaan karakter sejak usia dini—menanamkan disiplin, kerja sama, sportivitas, serta semangat pantang menyerah kepada generasi muda.

Salah satu SSB yang cukup dikenal masyarakat adalah SSB RANC FC, yang digerakkan oleh sosok inspiratif, Abanda Suherman. Ia bukan hanya pelatih, tetapi juga penggerak dan pelopor pembinaan sepak bola anak di Rancakalong. Dengan ketekunan dan kecintaannya pada dunia olahraga, Abanda telah banyak mencetak prestasi dan melahirkan bibit-bibit pesepak bola muda yang membanggakan.

Prestasi gemilang pernah diraih pada tahun 2025, ketika SSB Run FC berhasil meraih Juara II Liga Anak Sumedang kelompok usia 12 tahun. Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu mengangkat potensi anak-anak daerah untuk bersaing di level yang lebih luas.

Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan SSB kini menghadapi tantangan. Minat anak-anak untuk bergabung mulai menurun. Berbagai faktor diduga menjadi penyebabnya, mulai dari perubahan pola aktivitas anak hingga dominasi penggunaan gawai. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan layar ponsel dibanding bergerak aktif di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, Abanda Suherman menyampaikan harapannya agar ada dukungan lebih luas, khususnya dari pihak sekolah di wilayah Kecamatan Rancakalong. Ia berharap sekolah dapat memberikan imbauan kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai sarana pembentukan karakter dan kesehatan jasmani.

“Olahraga bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang membangun mental, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepercayaan diri anak,” ungkapnya. Di tengah tantangan era digital, aktivitas fisik menjadi kebutuhan penting agar anak tidak terjebak pada gaya hidup pasif.

SSB RANC FC dan komunitas olahraga di Rancakalong sejatinya menjadi aset sosial yang berharga. Dengan sinergi antara pelatih, orang tua, sekolah, dan pemerintah setempat, semangat olahraga diharapkan kembali tumbuh dan berkembang. Lapangan bukan hanya tempat bermain, tetapi juga ruang belajar kehidupan—tempat generasi muda ditempa menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...