Menjaga Asa dari Desa: Cibunar Melangkah Pasti Menyongsong 2026

Admin KIM Rancakalong
Menjaga Asa dari Desa: Cibunar Melangkah Pasti Menyongsong 2026

Di Menjaga Asa dari Desa: Cibunar Melangkah Pasti Menyongsong 2026

Di kaki perbukitan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Desa Cibunar terus menyalakan optimisme di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pembangunan. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi desa ini untuk kembali menegaskan komitmennya: hadir sepenuhnya bagi masyarakat, dalam kondisi apa pun.

Di balik semangat itu, berdiri sosok Kepala Desa Cibunar, Heni Susilawati, pemimpin perempuan yang dikenal dekat dengan warganya. Baginya, jabatan bukan sekadar amanah administratif, melainkan ruang pengabdian tanpa batas.

“Dalam situasi apa pun, tugas kami adalah tetap membantu masyarakat. Baik saat anggaran mencukupi maupun ketika harus berhemat, pelayanan tidak boleh berhenti,” ungkap Heni dengan nada mantap.

Tahun 2026 bukan tahun yang mudah. Pemangkasan dana desa dari pemerintah pusat yang mencapai kurang lebih Rp670 juta menuntut pemerintah desa untuk lebih cermat dalam menyusun prioritas pembangunan. Namun keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangat Desa Cibunar untuk terus bergerak.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan anggaran yang selektif, Pemerintah Desa Cibunar tetap menyisihkan alokasi dana untuk program pengentasan kemiskinan, khususnya melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak tiga unit. Program ini menyasar warga yang benar-benar membutuhkan, agar mereka dapat menikmati hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

Langkah ini sekaligus menjadi simbol keberpihakan pemerintah desa terhadap kelompok rentan, sekaligus wujud nyata bahwa pembangunan tidak selalu harus besar, tetapi harus tepat sasaran.

Di sisi lain, penguatan sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Sekretaris Desa Cibunar, Iim Abdurohim, ST, yang menjadi mitra strategis kepala desa dalam perencanaan dan pelaksanaan program, menambahkan bahwa tahun 2026 juga akan difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan dasar masyarakat.

“Kami merencanakan rehabilitasi Posyandu Manggis 3 agar fasilitas pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin nyaman dan representatif. Ini bagian dari dukungan desa terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Rehabilitasi posyandu diharapkan mampu memperkuat layanan preventif, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan gizi, hingga edukasi kesehatan keluarga. Kehadiran fasilitas yang memadai diyakini akan meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Sinergi antara kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan Cibunar. Dalam keterbatasan anggaran, desa memilih untuk memperkuat kolaborasi, mengedepankan transparansi, serta memastikan setiap rupiah memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Menatap 2026, Desa Cibunar tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan. Dari rumah layak huni hingga posyandu yang lebih representatif, langkah-langkah kecil ini menjadi fondasi besar bagi masa depan desa yang lebih sejahtera, sehat, dan berdaya.(Ganda Muhtar) perbukitan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Desa Cibunar terus menyalakan optimisme di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pembangunan. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi desa ini untuk kembali menegaskan komitmennya: hadir sepenuhnya bagi masyarakat, dalam kondisi apa pun.

Di balik semangat itu, berdiri sosok Kepala Desa Cibunar, Heni Susilawati, pemimpin perempuan yang dikenal dekat dengan warganya. Baginya, jabatan bukan sekadar amanah administratif, melainkan ruang pengabdian tanpa batas.

“Dalam situasi apa pun, tugas kami adalah tetap membantu masyarakat. Baik saat anggaran mencukupi maupun ketika harus berhemat, pelayanan tidak boleh berhenti,” ungkap Heni dengan nada mantap.

Tahun 2026 bukan tahun yang mudah. Pemangkasan dana desa dari pemerintah pusat yang mencapai kurang lebih Rp670 juta menuntut pemerintah desa untuk lebih cermat dalam menyusun prioritas pembangunan. Namun keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangat Desa Cibunar untuk terus bergerak.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan anggaran yang selektif, Pemerintah Desa Cibunar tetap menyisihkan alokasi dana untuk program pengentasan kemiskinan, khususnya melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak tiga unit. Program ini menyasar warga yang benar-benar membutuhkan, agar mereka dapat menikmati hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

Langkah ini sekaligus menjadi simbol keberpihakan pemerintah desa terhadap kelompok rentan, sekaligus wujud nyata bahwa pembangunan tidak selalu harus besar, tetapi harus tepat sasaran.

Di sisi lain, penguatan sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Sekretaris Desa Cibunar, Iim Abdurohim, ST, yang menjadi mitra strategis kepala desa dalam perencanaan dan pelaksanaan program, menambahkan bahwa tahun 2026 juga akan difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan dasar masyarakat.

“Kami merencanakan rehabilitasi Posyandu Manggis 3 agar fasilitas pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin nyaman dan representatif. Ini bagian dari dukungan desa terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Rehabilitasi posyandu diharapkan mampu memperkuat layanan preventif, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan gizi, hingga edukasi kesehatan keluarga. Kehadiran fasilitas yang memadai diyakini akan meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Sinergi antara kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan Cibunar. Dalam keterbatasan anggaran, desa memilih untuk memperkuat kolaborasi, mengedepankan transparansi, serta memastikan setiap rupiah memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Menatap 2026, Desa Cibunar tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan. Dari rumah layak huni hingga posyandu yang lebih representatif, langkah-langkah kecil ini menjadi fondasi besar bagi masa depan desa yang lebih sejahtera, sehat, dan berdaya.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...