Mengembalikan Harapan: Dedikasi Rodyan Saefuloh di Panti Disabilitas Mental Barokah Bhakti

Admin KIM Rancakalong
Mengembalikan Harapan: Dedikasi Rodyan Saefuloh di Panti Disabilitas Mental Barokah Bhakti

Di tengah berbagai tantangan penanganan kesehatan mental di masyarakat, hadir sosok yang dengan penuh ketulusan mengabdikan diri untuk memulihkan harapan. Rodyan Saefuloh S.Sos, penanggung jawab Panti Disabilitas Mental Barokah Bhakti yang berada di bawah naungan Yayasan Anugrah Bhakti Barokah, menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Panti ini bukan sekadar tempat penampungan, melainkan ruang pemulihan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Rodyan menjelaskan bahwa pasien yang datang memiliki latar belakang beragam. Sebagian merupakan Titipan Keluarga (TK), yakni mereka yang diserahkan langsung oleh keluarga dengan harapan mendapatkan perawatan yang lebih baik. Sementara itu, ada pula yang masuk melalui kategori Orang Terdampak (OT), yaitu individu yang ditemukan dalam kondisi membutuhkan penanganan namun tidak memiliki pendamping keluarga.

“Pada dasarnya, kami kembali pada visi dan misi utama, yaitu memanusiakan manusia,” ungkap Rohdian. Baginya, setiap individu, apapun kondisinya, berhak mendapatkan perlakuan yang layak, penuh kasih, dan bermartabat.

Di Panti Barokah Bhakti, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan sosial. Para pasien dibimbing secara bertahap agar mampu kembali mengenali diri, berinteraksi, dan menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari. Harapan terbesar dari setiap proses ini adalah agar mereka dapat pulih, kembali “normal” sesuai kapasitas masing-masing, dan mampu kembali ke tengah masyarakat.

Komitmen Rohdian dan timnya menjadi bukti bahwa penanganan ODGJ tidak cukup hanya dengan fasilitas, tetapi juga membutuhkan empati, kesabaran, dan keteguhan hati. Di balik dinding sederhana panti tersebut, tersimpan kisah-kisah perjuangan, pemulihan, dan secercah harapan baru bagi mereka yang sempat terpinggirkan.

Melalui langkah kecil yang konsisten, Rohdian Saefuloh terus menegaskan bahwa kemanusiaan adalah fondasi utama dalam setiap upaya pemulihan. Sebab pada akhirnya, setiap manusia berhak untuk kembali menemukan dirinya—dan menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...