Literasi Digital Kuatkan Peran KIM sebagai Garda Informasi di Era Digital
Sumedang(Sinfonews) Semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi era digital tampak nyata dalam kegiatan literasi digital yang digelar di Aula Desa Tanjung Sari. Acara ini menjadi ruang strategis bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dari berbagai kecamatan untuk saling berbagi wawasan, pengalaman, serta memperkuat peran sebagai penyebar informasi yang edukatif dan membangun.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan KIM dari Kecamatan Jatinangor, Cimanggung, Tanjungsari, Sukasari, Pamulihan, hingga Rancakalong. Kehadiran lintas wilayah ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, cerdas, dan berdaya guna bagi masyarakat tidak ketinggalan kepala desa tanjungsari heri supriadi sebagai tuan rumah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Adi Komar, yang menegaskan pentingnya literasi digital sebagai pondasi utama dalam menghadapi derasnya arus informasi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa KIM memiliki peran vital sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya.
Sementara itu, keynote speech disampaikan oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Yomanius Untung. Ia menggarisbawahi pentingnya pesan strategis KIM di tengah era digitalisasi yang kian masif. Menurutnya, KIM harus mampu bertransformasi menjadi agen literasi yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mampu menangkal hoaks serta membangun kesadaran kritis masyarakat.
Materi utama disampaikan oleh Komisioner KPID Jawa Barat, Achmad Abdul Basith, yang mengupas tentang kekuatan dan peluang konten lokal dalam ekosistem digital. Ia menyoroti bahwa konten berbasis kearifan lokal memiliki daya tarik tersendiri dan dapat menjadi identitas kuat daerah jika dikemas secara kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selanjutnya, narasumber Najib Hendra membawakan materi tentang pentingnya public speaking. Ia menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu keterampilan penting bagi anggota KIM agar mampu menyampaikan informasi secara jelas, persuasif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Tidak kalah penting, Diah Gusrayani turut memberikan pemaparan mengenai peran KIM sebagai mitra diseminasi informasi pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa KIM memiliki posisi strategis dalam menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat secara efektif, sekaligus menjadi sarana umpan balik dari masyarakat kepada pemerintah menyaring dulu infirmasi sebelum di publikasikan itu salah satu kunci utama.ungkapnya
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas, tetapi juga mempererat jejaring antar-KIM di wilayah Sumedang dan sekitarnya. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan KIM mampu menjadi motor penggerak literasi digital yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan bijak dalam bermedia.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, peran KIM semakin relevan sebagai penjaga kualitas informasi. Dari desa, untuk Indonesia—literasi digital tumbuh, masyarakat pun tangguh.(Ganda Muhtar)