Kawung Sari, Rasa Lembur yang Menaklukkan Lidah Kota

Admin KIM Rancakalong
Kawung Sari, Rasa Lembur yang Menaklukkan Lidah Kota

Tersembunyi hangat di Dusun Rancakalong RT 02 RW 07, Desa Rancakalong, berdiri sebuah ruang kecil yang sarat rasa, cerita, dan kearifan lokal. Namanya Kawung Sari—salah satu pusat oleh-oleh asli Rancakalong yang kini menjelma menjadi magnet bagi para pencinta kuliner tradisional.

Begitu melangkah masuk, aroma ubi bakar yang mengepul berpadu dengan gurihnya keripik singkong dan manis legit sale pisang langsung menyambut pengunjung. Rak-rak sederhana menampilkan beragam produk olahan lokal, semuanya dibuat dengan sentuhan tangan masyarakat setempat, menjaga cita rasa alami tanpa kehilangan karakter tradisi.

Kawung Sari dikelola oleh sosok inspiratif, Puspita Komala, S.Pd., M.Pd., yang dengan ketekunan dan visi pemberdayaan lokal berhasil mengangkat potensi pangan desa menjadi sajian bernilai ekonomi sekaligus identitas budaya. Di tangannya, makanan bukan sekadar komoditas, tetapi medium untuk merawat warisan rasa dan memperkenalkan kekayaan kuliner Rancakalong kepada publik yang lebih luas.

Dari sekian banyak produk, satu menu menjadi primadona dan ikon Kawung Sari: Sampeu Wedang. Sajian sederhana berbahan dasar singkong pilihan dan gula aren asli Rancakalong ini menghadirkan rasa manis hangat yang khas, legit namun menenangkan. Teksturnya lembut, aromanya menggoda, dan rasanya begitu lekat dengan memori dapur kampung—sebuah pengalaman kuliner yang mengajak siapa pun kembali pada akar tradisi.

Tak heran jika Sampeu Wedang kerap diserbu pemburu kuliner, baik wisatawan lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Cita rasanya yang autentik, berpadu dengan suasana desa yang ramah, menjadikan Kawung Sari bukan sekadar tempat belanja oleh-oleh, melainkan destinasi rasa yang menghadirkan pengalaman.

Moto yang diusung Kawung Sari pun menggambarkan filosofi tersebut: “Lalawuh ti lembur matuh, dayeuh maneuh, banjar karang pamidangan.” Sebuah pesan bahwa sajian dari kampung mampu bersaing di kota, mengakar kuat di lingkungan, dan menjadi kebanggaan bersama.

Lebih dari sekadar usaha kuliner, Kawung Sari menjadi etalase kreativitas lokal, ruang promosi UMKM desa, sekaligus simbol bagaimana kekuatan tradisi dapat tumbuh selaras dengan semangat kewirausahaan. Dari dapur-dapur sederhana di Rancakalong, rasa otentik itu terus mengalir—menghangatkan lidah, mengikat kenangan, dan memperkaya identitas kuliner Sunda.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...