Harmoni Kepemimpinan dalam Balutan Budaya

Admin KIM Rancakalong
Harmoni Kepemimpinan dalam Balutan Budaya

Suasana khidmat dan penuh semangat budaya terasa begitu kuat di Alun-Alun Kabupaten Sumedang saat digelarnya Ekosistem Budaya Kasumedangan bertemakan “Pangjajap Rasa Panghiap Ratu.” Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara nilai tradisi dan semangat kebersamaan, yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk Camat Rancakalong, Deni Nurdani Supandi, S.STP., M.Si., bersama jajaran pegawai kecamatan serta para kepala desa se-Kecamatan Rancakalong.

Kehadiran Camat Rancakalong beserta rombongan bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pelestarian budaya Kasumedangan. Dalam balutan suasana yang sarat makna, tema “Pangjajap Rasa Panghiap Ratu” menjadi pengingat akan pentingnya penghormatan, penghayatan, serta pengagungan terhadap nilai-nilai kepemimpinan yang arif dan bijaksana.

Bagi jajaran Pemerintah Kecamatan Rancakalong, momentum ini menjadi ajang mempererat sinergi antarwilayah sekaligus meneguhkan identitas budaya sebagai fondasi pembangunan. Di tengah arus modernisasi, budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk membangun karakter masyarakat yang beradab dan berdaya saing.

Sepanjang acara, berbagai pertunjukan seni tradisi tampil memukau, menghadirkan nuansa sakral yang menyentuh sekaligus membangkitkan kebanggaan akan jati diri Sumedang. Camat Deni Nurdani Supandi tampak menyimak setiap rangkaian kegiatan dengan penuh apresiasi, menunjukkan dukungan terhadap para pelaku seni dan budayawan yang terus menjaga denyut kebudayaan daerah.

Partisipasi aktif Kecamatan Rancakalong dalam Ekosistem Budaya Kasumedangan menjadi simbol bahwa pemerintahan dan budaya berjalan beriringan. Kepemimpinan yang berakar pada nilai luhur tradisi diyakini akan melahirkan kebijakan yang bijak, selaras dengan kearifan lokal.

Melalui kehadiran dan kebersamaan ini, semangat “Pangjajap Rasa Panghiap Ratu” tidak hanya terpatri dalam panggung pertunjukan, tetapi juga terwujud dalam praktik kepemimpinan yang mengedepankan rasa hormat, pengabdian, dan tanggung jawab kepada masyarakat. Sebuah harmoni indah antara budaya dan pemerintahan dalam bingkai Kasumedangan.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...