Harmoni Alam dan Nada Tradisi Eduwisata Kepulauan Seribu Menyapa Geotheater Rancakalong
Suasana sejuk Geotheater Rancakalong menjadi saksi pertemuan dua semangat: edukasi dan pelestarian budaya KASUDIN Sumber Daya Air Kepulauan Seribu, Mustajab, membawa sebanyak 50 orang dari kabupaten Administratif Kepulauan seribu dalam kegiatan eduwisata ke Geotheater Rancakalong. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan wawasan lingkungan dan budaya lintas daerah.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan ruang belajar terbuka untuk mengenal lebih dekat ekosistem budaya Kasumedangan. Di tengah lanskap alam yang hijau dan kontur perbukitan yang memanjakan mata, rombongan diajak memahami bagaimana masyarakat lokal menjaga keseimbangan antara alam, tradisi, dan kehidupan sosial.
Tarawangsa, Nada yang Menggetarkan Jiwa
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah suguhan kesenian tradisional Tarawangsa yang mendominasi acara. Alunan nada tarawangsa yang khas, syahdu, dan sarat makna spiritual menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus magis.
Bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tarawangsa merupakan representasi hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta. Dalam tradisi masyarakat Rancakalong, kesenian ini kerap dikaitkan dengan ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan harmoni kehidupan. Para peserta tampak larut dalam alunan musik yang menyentuh, menyadari bahwa budaya adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem itu sendiri.
Belajar Ekosistem Berbasis Budaya
Mustajab menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi inspirasi dalam pengelolaan sumber daya air dan lingkungan di Kepulauan Seribu. “Kami belajar bahwa menjaga alam tidak hanya soal teknis, tetapi juga tentang menjaga nilai dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Aceng Zaeni menyampaikan bahwa eduwisata seperti ini membuka cakrawala baru dalam memahami pembangunan berkelanjutan. Budaya, menurutnya, adalah fondasi yang memperkuat kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan.
Merawat Warisan, Menjaga Masa Depan
Dari Geotheater Rancakalong, rombongan membawa lebih dari sekadar pengalaman perjalanan. Mereka membawa pemahaman bahwa ekosistem budaya Kasumedangan adalah perpaduan antara alam, kearifan lokal, dan ekspresi seni yang terus dijaga lintas generasi.
Di tengah alunan tarawangsa yang menggema di perbukitan, terpatri pesan mendalam: ketika budaya dan alam berjalan seiring, maka keberlanjutan bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang hidup di tengah masyarakat.(Ganda Muhtar)