Ekosistem Budaya Kasumedangan #25 Hadirkan Kreativitas Generasi Muda di Geo Theater Rancakalong
•Admin KIM Rancakalong
Rancakalong, Sumedang – Semangat pelestarian budaya terus tumbuh di kalangan generasi muda. Hal itu akan terlihat dalam kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan (EBK) #25 yang akan digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Geo Theater Rancakalong, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan yang dipandu oleh Kang Ujang “Bedzo” dan Nenden “Teteh Geo” ini menjadi wadah bagi para pelajar dan generasi muda untuk menampilkan bakat serta kreativitas mereka dalam bidang seni, budaya, dan olahraga tradisional. Berbagai penampilan akan disuguhkan kepada masyarakat, mulai dari kawih kaulinan, tari tradisional, pencak silat, karate, hingga kaulinan barudak yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal Sunda. Sejumlah peserta dari berbagai sekolah dasar di wilayah Kecamatan Rancakalong dan sekitarnya akan turut ambil bagian. Mereka di antaranya Agnaita dari SDN Citali, Putri dan Amora dari SDN Cipacing, kelompok Karate SDN Cipacing, Ayu SDN Cijeruk,Nawwaf SDN Haurngomong 1,tim Pencak Silat dari SDN Cikawao dan SDN Sukawangi, serta peserta lainnya yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan para pengunjung. Selain menjadi ajang hiburan edukatif, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah sejak usia dini. Melalui panggung budaya yang kreatif dan menyenangkan, para peserta diharapkan dapat mengenal, menjaga, dan melestarikan warisan budaya Kasumedangan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Penyelenggara juga mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan acara. Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan berbagai pertunjukan menarik, tetapi juga berkesempatan mengikuti daftar hadir melalui pemindaian kode QR yang telah disediakan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah daerah, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Ekosistem Budaya Kasumedangan #25 diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budayanya sendiri. “Ngulik Bareng, Ngariksa Budaya, Ngawangun Generasi Nu Miboga Jatidiri Sunda.”(Ganda Muhtar)