Desa Sukasirna Menatap 2026 Sinergi Wisata Air dan Agrowisata untuk Kemandirian Desa
Desa Sukasirna kembali meneguhkan langkah besarnya dalam membangun masa depan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa E. Rasidi, SE, tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan ekonomi desa melalui pengembangan sektor pariwisata terpadu berbasis potensi lokal.
Dua sektor unggulan yang tengah dirancang secara matang adalah wisata air dan wisata pertanian (agrowisata). Keduanya tidak hanya ditujukan sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan.
Wisata Air: Ikon Baru Rekreasi Desa
Salah satu proyek strategis Desa Sukasirna adalah pembangunan kawasan wisata air yang berlokasi di Blok Cipicung, Dusun Cihamerang, Desa Sukasirnarasa. Kawasan ini memiliki luas lahan sekitar 21 hektar, sebuah potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata keluarga, edukasi lingkungan, hingga wahana rekreasi alam.
Konsep wisata air ini dirancang menyatu dengan alam, memanfaatkan bentang lahan dan sumber daya air yang tersedia. Selain menghadirkan ruang hiburan bagi masyarakat, kawasan ini diharapkan mampu menjadi magnet kunjungan wisatawan dari wilayah sekitar, sehingga menggerakkan sektor UMKM, jasa, dan ekonomi kreatif warga.
Menurut E. Rasidi, pengembangan wisata air bukan hanya soal membangun fasilitas, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa yang sehat, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Agrowisata Berbasis Pertanian: Edukasi dan Produktivitas
Tidak berhenti di sektor wisata air, Desa Sukasirna juga merancang pengembangan agrowisata berbasis pertanian yang berlokasi di Jl. Cibawang–Sembungrugul, Blok Pasir Koneng, Desa Sukasirnarasa, dengan luas lahan mencapai 18 hektar.
Kawasan ini akan menjadi pusat wisata edukasi pertanian, di mana pengunjung dapat belajar langsung tentang proses bercocok tanam, pengelolaan hasil pertanian, hingga inovasi pertanian modern. Agrowisata ini direncanakan akan bersinergi dengan bangunan KDMP, sehingga mampu menciptakan integrasi antara sektor produksi, edukasi, dan pemasaran.
Konsep ini diharapkan membuka peluang kerja baru bagi warga desa, meningkatkan nilai jual produk pertanian lokal, sekaligus memperkuat identitas Sukasirna sebagai desa agraris yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Investasi Sosial untuk Masa Depan Desa
Kedua proyek ini menjadi bagian dari visi besar Desa Sukasirna dalam membangun desa yang berdaya saing, berorientasi pada potensi lokal, dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan melibatkan partisipasi masyarakat, sektor pariwisata desa diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa di masa depan.
“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan manfaat ekonomi, lapangan kerja, serta kebanggaan bagi masyarakat Sukasirna,” ungkap E. Rasidi.
Tahun 2026 pun menjadi titik awal transformasi Sukasirna menuju desa wisata unggulan, tempat alam, pertanian, dan kearifan lokal berpadu dalam harmoni pembangunan.(Ganda Muhtar)