DESA PANGADEGAN SIAGA: DERETAN LONGSOR AKIBAT CUACA EKSTREM
Alam Menguji, Warga Bersatu Hadapi Bencana
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Rancakalong dalam beberapa waktu terakhir membawa dampak serius bagi warga Desa Pangadegan. Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama menyebabkan pergerakan tanah di sejumlah titik, memicu bencana longsor yang tersebar di berbagai dusun.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap menjadi peringatan penting akan kerentanan wilayah terhadap bencana alam, khususnya di daerah dengan kontur perbukitan dan tanah labil.
Kepala Desa Pangadegan, Ruhyat Tafsirudin, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan awal serta pendataan kerugian yang hingga kini masih berlangsung.
Titik-Titik Longsor yang Terdata
Berdasarkan laporan sementara, berikut sejumlah lokasi terdampak longsor di Desa Pangadegan:
Dusun Naringgul (RT 001 RW 001) Longsor terjadi di belakang rumah Bapak Wawan, material tanah menimpa rumah Bapak Oon Adang.
Dusun Sukajadi (RT 005 RW 005) Longsor di samping dan belakang rumah warga, berdampak pada rumah Bapak Supriatna, Kusmana Suhendar, Hendi, dan Sumiati.
Dusun Cibihuk (RT 004 RW 005) Material longsor menutup akses jalan Desa Sukajadi – Cibihuk.
Dusun Babakan (RT 005 RW 007) Longsor menutup jalan penghubung Babakan – Naringgul.
Dusun Tegal Endah (RT 004 RW 006) Longsor menimpa rumah Bapak Apen.
Dusun Cikahurip Longsor terjadi di tebing dekat kandang ayam milik Bapak Rukman.
Dusun Cieurih Longsor menimpa bagian belakang rumah Bapak Ici dan Bapak Entis.
Dusun Sukajadi (area memanjang ±50 meter, tinggi ±15 meter) Longsor besar berdampak pada empat rumah bertetangga:
Bapak Supriatna
Ibu Ai Sumiati
Bapak Hendi
Bapak Kusmana Suhendar
Dusun Cigadog (RT 004 RW 005) Longsor di samping rumah Bapak Sarwa hingga menimpa rumah Bapak Asep Sobandi.
Dusun Tegal Endah (RT 004 RW 007) Longsor di samping rumah Bapak Endang menyebabkan kandang kambing terbawa material. Dari sejumlah ternak, baru empat ekor ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Dusun Cikaso (RT 002 RW 006) Longsor menimpa rumah Ibu Yulistiani Alamsyah.
Lingkungan Cikaso Longsor juga menutup akses jalan lingkungan warga.
Dusun Langenjaya Longsor menimpa bagian belakang rumah Bapak Rosid.
Dusun Cieurih Longsor terjadi di halaman depan rumah Bapak Rohman.
Semangat Gotong Royong Warga
Di tengah situasi sulit ini, semangat kebersamaan warga Pangadegan justru semakin terlihat. Masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor, membuka akses jalan yang tertutup, serta membantu warga terdampak.
Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait guna penanganan lebih lanjut, termasuk langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini fokus kami adalah memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan di lapangan,” ujar Kepala Desa.
Waspada dan Siaga
Bencana ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor. Edukasi, pemantauan kondisi tanah, serta penguatan lingkungan menjadi langkah penting ke depan.
Desa Pangadegan hari ini mungkin sedang diuji, namun dengan kekompakan dan kepedulian bersama, setiap tantangan dapat dihadapi dengan lebih kuat.(Ganda Muhtar)