Desa Pangadegan Melaju Mantap: Kolaborasi Wisata, UMKM, dan Prestasi Desa Sadar Hukum

Admin KIM Rancakalong
Desa Pangadegan Melaju Mantap: Kolaborasi Wisata, UMKM, dan Prestasi Desa Sadar Hukum

Hamparan hijau perbukitan yang membingkai Desa Pangadegan bukan sekadar lanskap alam yang menenangkan, tetapi juga menjadi saksi tumbuhnya semangat perubahan. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ruhiat Tafsirudin, Pangadegan menapaki transformasi desa secara bertahap namun pasti—memadukan kekuatan potensi alam, kreativitas ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan berorientasi masa depan.

Salah satu wajah kemajuan Pangadegan tampak pada pengembangan akses wisata Curug Kacapi. Destinasi air terjun yang sebelumnya tersembunyi kini semakin mudah dijangkau dan tertata. Pengelolaannya dilakukan melalui kemitraan antara pemerintah desa, pengusaha lokal Yuyun sebagai pengelola operasional, serta Perhutani sebagai pemangku kawasan hutan. Kolaborasi ini menjadi model sinergi pembangunan desa yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Wisata tidak hanya menghadirkan arus kunjungan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap potensi lokal.

Denyut ekonomi desa semakin hidup melalui beragam unit usaha masyarakat. UMKM Kopi Ojap yang dikelola Kelompok Tani Kopi Ciojar menghadirkan kopi khas Pangadegan dengan aroma dan cita rasa pegunungan yang autentik. Dari Dusun Cikahurip, Dapur Teh Lis menghadirkan olahan minuman tradisional yang dikemas kreatif, sementara para pengrajin di wilayah Babakan Peundeuy menjaga warisan keterampilan lokal tetap bernilai ekonomi. Di sektor pangan, Kelompok Tani Sayuran Berkah Jaya Makmur, Kelompok Tani Ubi Cibihuk, serta delapan kelompok tani padi menjadi penyangga utama ketahanan pangan desa.

Peran kelembagaan ekonomi diperkuat melalui BUMDes Pangadegan Sejahtera, yang mengelola layanan telekomunikasi digital desa serta peternakan ayam pedaging. Kehadiran layanan digital memperluas akses informasi, pemasaran, dan komunikasi masyarakat, sementara sektor peternakan membuka sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Menatap tahun 2026, Desa Pangadegan telah menyusun peta jalan pembangunan yang komprehensif. Fokus diarahkan pada pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana, serta peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa. Program strategis lainnya meliputi ketahanan pangan dan energi, penguatan lembaga ekonomi desa, serta dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih. Di sisi infrastruktur, desa mendorong pembangunan dan pemeliharaan sarana dasar, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur digital dan teknologi untuk menjawab tantangan era transformasi digital.

Prestasi Pangadegan tidak hanya tercermin dari geliat pembangunan, tetapi juga dari kesadaran hukum dan kepatuhan masyarakat. Pada tahun 2025, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Desa Pangadegan berhasil menembus angka lebih dari 85 persen, sebuah capaian yang mencerminkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan. Lebih membanggakan lagi, Pangadegan dinobatkan sebagai Desa Sadar Hukum tingkat Provinsi Jawa Barat, menegaskan komitmen kolektif terhadap tertib administrasi, kepatuhan hukum, dan tata kelola pemerintahan yang transparan.

Keseluruhan ikhtiar tersebut dirangkai dalam satu visi besar: mengembangkan potensi dan keunggulan desa secara berkelanjutan, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dari gemuruh air Curug Kacapi, aroma kopi Ojap, hingga denyut aktivitas pertanian dan digitalisasi desa, Pangadegan menegaskan dirinya sebagai desa yang bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai kebersamaan.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...