Dapur Teh Lies: Dari Dapur Sederhana, Lahir Cita Rasa Khas Rancakalong
Di Dusun Cikahurip, Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, aroma gurih kerap menguar dari sebuah dapur sederhana. Dari sanalah Dapur Teh Lies bermula—sebuah UMKM rumahan yang dikelola dengan penuh ketekunan oleh Lilis Suryani, sosok perempuan tangguh yang mengolah bahan pangan lokal menjadi camilan bernilai ekonomi.
Berangkat dari kesederhanaan, Dapur Teh Lies menghadirkan dua produk unggulan yang akrab di lidah masyarakat: keripik bayam dan keripik pisang. Meski terkesan sederhana, proses pembuatannya tidak asal-asalan. Pemilihan bahan baku segar, teknik pengolahan yang teliti, serta menjaga kebersihan menjadi prinsip utama dalam setiap tahap produksi.
Keripik bayam buatan Dapur Teh Lies menawarkan sensasi renyah dengan cita rasa gurih alami, sementara keripik pisangnya hadir dengan kerenyahan pas dan rasa manis yang tidak berlebihan. Keduanya cocok dinikmati sebagai camilan keluarga, teman bersantai, hingga sajian pelengkap dalam berbagai kesempatan.
Lebih dari sekadar usaha rumahan, Dapur Teh Lies menjadi gambaran nyata bagaimana UMKM mampu tumbuh dari lingkungan desa dan berkontribusi bagi perekonomian lokal. Bagi Lilis Suryani, usaha ini bukan hanya soal produksi dan penjualan, melainkan juga tentang kemandirian, ketekunan, dan semangat untuk terus melangkah maju.
Dengan konsistensi menjaga kualitas dan keinginan untuk terus berkembang, Dapur Teh Lies perlahan menegaskan diri sebagai salah satu UMKM potensial dari Rancakalong—menghadirkan rasa, cerita, dan harapan dari dapur kecil yang penuh makna. (Dede Suarni)