BUMDes Merpati Pamekaran: Menjawab Tantangan 2025 dengan Inovasi dan Kolaborasi

Admin KIM Rancakalong
BUMDes Merpati Pamekaran: Menjawab Tantangan 2025 dengan Inovasi dan Kolaborasi

Tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi BUMDes Merpati Desa Pamekaran. Di bawah kepemimpinan Teten Hidayat selaku Ketua BUMDes, badan usaha desa ini terus berupaya menjaga keberlanjutan usaha yang telah berjalan, sekaligus berani membuka lini usaha baru sebagai strategi memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Selama ini, BUMDes Merpati telah mengelola unit usaha perdagangan umum dan jasa yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi desa. Namun dinamika kebutuhan masyarakat, fluktuasi pasar, serta tuntutan penguatan ketahanan pangan mendorong BUMDes untuk melakukan diversifikasi usaha yang lebih produktif dan berorientasi jangka panjang.

Momentum penting hadir ketika pada tahun 2025 BUMDes Merpati memperoleh kucuran modal dari Program Ketahanan Pangan sebesar Rp 186 juta. Dana ini dialokasikan secara terencana untuk mengembangkan beberapa unit usaha baru yang menyentuh langsung sektor riil masyarakat, khususnya peternakan dan pertanian.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan usaha breeding dan fattening domba serta kambing. Dalam program ini, BUMDes Merpati bermitra dengan 23 peternak lokal, dengan total 54 ekor domba dan kambing yang dikerjasamakan. Pola kemitraan ini tidak hanya meningkatkan populasi ternak, tetapi juga memperkuat ekonomi peternak melalui sistem bagi hasil dan pendampingan manajemen usaha.

Selain itu, BUMDes Merpati juga menjalin kerja sama dengan dua pengusaha lokal dalam penyediaan sarana produksi pertanian dan peternakan, khususnya melalui dukungan permodalan untuk kios pupuk yang berlokasi di Dusun Cikeusik dan Dusun Cikondang. Kehadiran kios ini diharapkan dapat mempermudah akses petani terhadap pupuk dan kebutuhan produksi lainnya, sekaligus menekan biaya distribusi.

Tidak berhenti di situ, BUMDes Merpati juga mulai merintis usaha baru di sektor unggas dengan mengembangkan peternakan ayam kampung petelur jenis Elba. Meski masih dalam tahap awal, unit usaha ini diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan, sekaligus mendukung ketersediaan pangan berbasis protein hewani di tingkat desa.

Dari berbagai upaya tersebut, BUMDes Merpati mencatatkan hasil yang cukup menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, BUMDes berhasil meraih laba usaha sebesar Rp 35 juta, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp 10 juta. Capaian ini menjadi indikator bahwa strategi diversifikasi dan kolaborasi mulai menunjukkan dampak positif, meskipun tantangan operasional dan penguatan kapasitas masih terus dihadapi.

Untuk tahun 2026, perencanaan usaha masih dalam tahap penyusunan. Evaluasi kinerja 2025 akan menjadi dasar dalam merumuskan arah pengembangan berikutnya agar BUMDes Merpati semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing.

BUMDes Merpati Pamekaran membuktikan bahwa keberanian berinovasi, kemitraan yang sehat, serta tata kelola yang transparan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Dari desa, untuk kesejahteraan bersama. Teten Hidayat

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...