Abah Bewok, Menanam Harapan di Panggung Alam Geotheater Rancakalong

Admin KIM Rancakalong
Abah Bewok, Menanam Harapan di Panggung Alam Geotheater Rancakalong

Di hamparan perbukitan Geotheater Rancakalong yang memesona, deru angin berpadu dengan aroma tanah basah dan dedaunan segar. Di sanalah sosok sederhana namun penuh keteguhan menjalani hari-harinya: Abah Bewok, petani hortikultura yang menjadikan alam sebagai ruang belajar, ladang pengabdian, sekaligus sumber kehidupan.

Julukan “Abah Bewok” melekat bukan hanya karena ciri khas kumis dan janggutnya yang tebal, tetapi juga karena karakter kebapakannya yang hangat dan bersahaja. Meski usia tak lagi muda, langkahnya masih lincah menyusuri bedengan tanaman. Cangkul dan sabit seolah menjadi perpanjangan tangannya. Jatuh bangun dalam bertani sudah menjadi cerita sehari-hari baginya—gagal panen, cuaca tak menentu, hingga serangan hama yang kerap menguji kesabaran.

“Kadang mah suka ngeluh juga, apalagi lamun tanaman diserang hama,” ujarnya sambil tersenyum tipis. Namun keluhan itu tak pernah berubah menjadi menyerah. Justru dari setiap kegagalan, Abah belajar membaca alam dengan lebih peka: mengenali siklus tanah, memahami karakter cuaca, dan mencari solusi alami agar tanaman tetap tumbuh sehat.

Semangat Abah Bewok bahkan kerap membuat anak-anak muda tertegun. Di saat sebagian generasi muda enggan bersentuhan dengan lumpur dan terik matahari, Abah justru menantang usia dengan energi yang nyaris tak pernah padam. Baginya, bertani bukan sekadar mencari hasil, melainkan merawat kehidupan dan menjaga keseimbangan alam.

Keunikan lain dari lahan pertanian Abah adalah lokasinya yang berada di kawasan Geotheater Rancakalong—sebuah bentang alam geologi yang menyimpan nilai edukasi dan panorama menawan. Pertanian hortikultura yang dikelolanya kini berkembang menjadi bagian dari Agroeduwisata, tempat pengunjung dapat belajar langsung tentang proses menanam, merawat tanaman, hingga memahami kearifan lokal dalam bercocok tanam.

Anak-anak sekolah, komunitas pecinta alam, hingga wisatawan kerap datang untuk menyaksikan bagaimana Abah Bewok mengolah tanah dengan cara tradisional namun penuh ketelatenan. Dari kebun kecil itulah tumbuh bukan hanya sayuran segar, tetapi juga nilai-nilai kerja keras, kesabaran, dan kecintaan pada bumi.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan pertanian modern, Abah Bewok menjadi simbol bahwa semangat tak pernah mengenal usia. Di panggung alam Geotheater Rancakalong, ia terus menanam harapan—satu benih, satu senyum, dan satu keyakinan bahwa alam akan selalu membalas ketulusan manusia yang menjaganya.(Ganda Muhtar)

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

* Masukkan nama dan email jika Anda belum login.

Memuat komentar...