PGRI Cabang Rancakalong Dukung Ekosistem Budaya Kasumedangan, Ajak Sekolah Tanamkan Kecintaan terhadap Budaya Lokal
Rancakalong – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Rancakalong terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui partisipasi aktif pada program Ekosistem Budaya Kasumedangan yang diselenggarakan setiap hari Sabtu di Geotheater Rancakalong.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Ketua PGRI Cabang Rancakalong, Andri Nurdiansyah, S.Pd., M.M.Pd., mengimbau seluruh lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Rancakalong agar turut berpartisipasi dengan melibatkan peserta didik dan tenaga pendidik dalam kegiatan tersebut.
Menurut Andri Nurdiansyah, kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan merupakan sarana edukasi yang sangat penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak usia dini. Melalui berbagai pertunjukan seni, edukasi budaya, serta aktivitas yang inspiratif, para siswa diharapkan mampu mengenal, memahami, sekaligus melestarikan warisan budaya Kasumedangan.
"Kami mengajak seluruh satuan pendidikan di Kecamatan Rancakalong untuk mendukung kegiatan ini dengan menghadirkan siswa dan guru secara bergiliran. Pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah sebagai identitas bangsa," ujar Andri.
Kegiatan yang berlangsung setiap hari Sabtu mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Geotheater Rancakalong ini menjadi ruang pembelajaran di luar kelas yang memperkenalkan berbagai kekayaan seni dan budaya khas Sumedang kepada generasi muda.
Melalui keterlibatan aktif dunia pendidikan, PGRI Cabang Rancakalong berharap Ekosistem Budaya Kasumedangan dapat menjadi gerakan bersama dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
Sinergi antara pemerintah, pelaku budaya, dan lembaga pendidikan diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kebanggaan serta tanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya daerah di tengah derasnya arus modernisasi.