Pengolahan Tembakau Krosok Sumedang di Pasirbiru, Dorong Perekonomian Petani Lokal
Rancakalong – Sektor pertanian tembakau di Kecamatan Rancakalong terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satunya melalui usaha Pengolahan Tembakau Krosok Sumedang yang berlokasi di Blok Panenjoan, Dusun Pasirbiru RT 001 RW 003, Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.
Usaha yang dikelola oleh Kelompok Tani Bina Usaha Mandiri ini menjadi salah satu sentra pengolahan tembakau di Kabupaten Sumedang. Kegiatan pengolahan dimulai pada Maret 2026 dan hingga kini telah berjalan kurang lebih selama lima bulan, memberikan dampak positif bagi para petani tembakau di wilayah sekitar.
Ketua kelompok menjelaskan, bahan baku berupa daun tembakau basah diperoleh dari anggota kelompok tani di Desa Pasirbiru serta beberapa wilayah di Kecamatan Rancakalong. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan produksi, pasokan daun tembakau juga didatangkan dari Kabupaten Garut.
Saat ini, kapasitas produksi pengolahan mencapai 200 kilogram daun tembakau basah per hari. Dari jumlah tersebut, hasil pengolahan menjadi tembakau krosok kering berkisar antara 17 hingga 20 persen dari total bahan baku yang diolah, sesuai dengan kualitas daun dan proses pengeringan.
Untuk pemasaran, hasil olahan tembakau krosok dipasarkan melalui Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Kabupaten Sumedang yang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan rokok di Provinsi Jawa Timur. Kerja sama tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memberikan kepastian penyerapan hasil produksi petani.
Sementara itu, harga daun tembakau basah di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram, tergantung kualitas dan kondisi panen. Harga tersebut dinilai cukup membantu meningkatkan pendapatan petani tembakau di wilayah Rancakalong.
Kepala Desa Pasirbiru, Dadan, menyampaikan apresiasinya terhadap berkembangnya usaha pengolahan tembakau di desanya. Menurutnya, keberadaan usaha ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian desa.
"Kami berharap usaha masyarakat di Desa Pasirbiru ini terus berkembang, semakin maju, mampu meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadi salah satu potensi unggulan desa yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Dadan.
Dengan berkembangnya usaha pengolahan tembakau krosok di Desa Pasirbiru, diharapkan sektor pertanian tembakau di Kabupaten Sumedang semakin berdaya saing, memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, serta mampu memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan melalui pengolahan hasil pertanian yang berkelanjutan.
(Ganda Muhtar)