Pasanggiri Biantara Meriahkan HUT RI ke-81, Karang Taruna dan KKN UNINUS Jadi Panitia Pelaksana
NAGARAWANGI — Suasana semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa di Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong. Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar adalah Pasanggiri Biantara yang dilaksanakan di Aula Desa Nagarawangi.
Kegiatan tersebut diinisiasi dan dilaksanakan oleh Karang Taruna Desa Nagarawangi bersama mahasiswa KKN UNINUS, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air, khususnya di kalangan generasi muda.
Pasanggiri Biantara menjadi salah satu wadah bagi masyarakat dan generasi muda untuk menyalurkan kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus melestarikan budaya dan bahasa Sunda melalui seni biantara.
Namun, Ketua Karang Taruna Desa Nagarawangi, Asep Ridwan Septian, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bukan semata-mata merupakan program Karang Taruna.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil usulan dan kesepakatan dalam rapat yang melibatkan para Ketua RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Kepala Desa Nagarawangi.
“Karang Taruna pada prinsipnya hanya menjalankan hasil kesepakatan rapat. Kegiatan ini diusulkan oleh para Ketua RW, BPD dan Kepala Desa Nagarawangi, kemudian dalam rapat kami ditunjuk sebagai panitia untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” ujar Asep.
Ia menambahkan, amanah tersebut diterima Karang Taruna sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya untuk ikut berkontribusi dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
“Kami hanya menjalankan amanah yang diberikan. Tentunya kami sangat bersyukur bisa ikut terlibat dalam kegiatan yang membawa semangat persatuan, kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air,” tambahnya.
Kehadiran mahasiswa KKN UNINUS juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi antara pemuda desa dan mahasiswa diharapkan dapat menciptakan kegiatan yang lebih kreatif sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dengan kalangan akademisi.
Pasanggiri Biantara tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pembentukan karakter. Para peserta didorong untuk berani tampil, menyampaikan gagasan dengan baik, serta menggunakan bahasa Sunda secara santun dan tepat.
Semangat kemerdekaan pun terasa bukan hanya melalui perlombaan, tetapi melalui kebersamaan seluruh unsur masyarakat yang terlibat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan desa bukan hanya hasil kerja satu organisasi. Karang Taruna, pemerintah desa, BPD, para Ketua RW, mahasiswa KKN, dan masyarakat dapat bersinergi ketika seluruhnya bergerak berdasarkan hasil musyawarah.
Dari Aula Desa Nagarawangi, semangat kemerdekaan pun disuarakan melalui biantara: merdeka lain ukuranna ku raména acara, tapi ku kumaha urang ngahargaan perjuangan, ngajaga persatuan, jeung neruskeun cita-cita para pahlawan.