Kembangkan Konten Promosi Desa Wisata Berbasis Digital dan Bilingual
Rancakalong, — Upaya memperkuat potensi pariwisata desa melalui pemanfaatan teknologi digital terus dilakukan di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Politeknik Jakarta melaksanakan program pengembangan dan pendampingan penyusunan konten promosi desa wisata berbasis digital dan bilingual.
Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 tersebut mengusung Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program ini dilaksanakan Politeknik Jakarta bekerja sama dengan Bumdesma Rusa Emas sebagai mitra dalam pengembangan potensi dan promosi wisata Desa Rancakalong.
Kegiatan diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Ina Sukaesih, Dipl.TESOL, M.M., M.Hum., yang bersama tim memberikan pendampingan kepada masyarakat dan pengelola desa dalam menyusun konten promosi yang informatif, menarik, serta mampu menjangkau wisatawan yang lebih luas.
Pendekatan digital dan bilingual menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Konten promosi tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan destinasi, budaya, dan potensi ekonomi kreatif Desa Rancakalong kepada masyarakat lokal, tetapi juga dikemas dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sehingga memiliki peluang menjangkau wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
Dalam pendampingan tersebut, peserta diarahkan untuk memahami strategi pembuatan konten, penguatan narasi destinasi, pemanfaatan media digital, hingga penyusunan materi promosi yang sesuai dengan karakter wisata desa.
Desa Rancakalong memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, mulai dari kekayaan alam, budaya, kesenian tradisional, hingga kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari identitas lokal. Potensi tersebut dinilai perlu dikemas secara kreatif agar semakin dikenal melalui berbagai platform digital.
Kerja sama dengan Bumdesma Rusa Emas diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program, terutama dalam mendorong pengelolaan potensi desa agar memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dan pengelola desa semakin memiliki kemampuan dalam memproduksi konten promosi secara mandiri, konsisten, dan profesional. Pada akhirnya, penguatan promosi digital diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Desa Rancakalong sebagai salah satu destinasi desa wisata di Kabupaten Sumedang.
Program PkM ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga ekonomi desa dalam membangun ekosistem pariwisata yang berbasis potensi lokal, teknologi digital, serta keterlibatan aktif masyarakat.
(Ganda Muhtar)