Ekosistem Budaya Kasumedangan ke-28 Tampilkan Kekayaan Seni Tradisi di Geotheater Rancakalong
Rancakalong, 1 Agustus 2026 – Geotheater Rancakalong kembali menjadi pusat pelestarian budaya Sunda melalui penyelenggaraan Ekosistem Budaya Kasumedangan ke-28 yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional khas Sumedang yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta tamu undangan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, yang memberikan apresiasi atas konsistensi para pelaku seni dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Turut hadir pula Mojang Jajaka Kabupaten Sumedang 2026, yang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Yaman, Malaysia, Turki, Ethiopia, dan Sudan. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bukti bahwa budaya Sumedang mampu menarik perhatian masyarakat dunia sekaligus menjadi sarana pertukaran budaya yang mempererat persahabatan antarbangsa.
Berbagai penampilan seni tradisional memeriahkan panggung Ekosistem Budaya Kasumedangan ke-28, di antaranya Terbang Islami Mizanul Madani Mulyasari, Tarawangsa Pusaka Sunda Lugina, Tari Merak HSN, serta penampilan solo vokal dari Ani Fitriyani, Aqilla Fariza Mufia dari SDN Rancakalong, dan siswa SDN Pasir.
Suasana semakin semarak ketika para seniman menampilkan seni Tarawangsa yang sarat nilai filosofis dan spiritual. Alunan musik tradisional yang berpadu dengan tarian khas Sunda berhasil memukau para tamu, termasuk mahasiswa mancanegara yang tampak antusias menyaksikan setiap pertunjukan.
Bupati Sumedang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kegiatan seperti Ekosistem Budaya Kasumedangan bukan hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda sekaligus daya tarik wisata budaya Kabupaten Sumedang.
Dengan terselenggaranya Ekosistem Budaya Kasumedangan ke-28, Geotheater Rancakalong kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kreatif yang mampu mempertemukan masyarakat, seniman, pemerintah, akademisi, hingga tamu internasional dalam semangat melestarikan budaya Sunda agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal hingga ke tingkat dunia.(Ganda Muhtar)